Senin, 26 September 2016

Zona Nyaman

     Hallo! I'm back! Ga nunggu kan?  Kalian apa kabaaarr? Semoga selalu happy dan productive yaa..
    
     Hal yang mau gue bahas kali ini, berhubungan dengan sesuatu yang mungkin jadi poin pokok yang dipertimbangkan seseorang, ketika mengambil keputusan untuk melalukan suatu hal baru dalam hidup----zona nyaman (kerennya mah comfort zone).

     "Nanti kalo... (A. Gak kuat B. Capek C. Gagal D. Hal negatif lainnya)... gimana?" Jujur, gue pribadi termasuk golongan orang-orang yang ga mau ribet dan super cuek bahkan apatis (ga ga bercanda). But, faktanya, dunia menawarkan kita hal-hal yang jaaauh lebih hebat daripada bantal dan kasur. Hal-hal hebat inilah sarana kamu untuk buat mimpi kamu jadi nyata, ketika kamu memutuskan untuk bangun tidur, memanfaatkan dan menikmati karya Tuhan. Jangan takut capek, gagal dan pikiran negatif lain, yang akhirnya hanya buat kamu jalan di tempat, tetap di kasur....,and do nothing.

     "Kamu harus hidup di dalam dunia mimpimu sendiri.", jadi, garis bawahi kata 'hidup' ya..., yang berarti kamu harus sadar dan buat mimpimu menjadi fakta kehidupanmu.

     Terlepas dari kasur, 'zona nyaman' bisa diartikan dalam wujud hubungan, pekerjaan, dan kegiatan rutin lainnya yang membuat kita terbiasa, tanpa-adanya-upaya-untuk-merubahnya. And for me, zone nyaman gue itu tinggal di rumah, nonton ftv, chat sama temen atau pacar, malemnya baca buku, dan begitu seterusnya sampe gue hafal sama cerita dan judul-judul ftv (bukan judul buku).

     Keputusan gue untuk pergi ke China setelah lulus SMP, merupakan keputusan penting dan berharga banget. I can say that i have changed a lot. 3 bulan adaptasi, bolak-balik nelpon emak minta pulang (minta duit juga), akhirnya gue bertahan, dari buta, bisu, tuli tentang mandarin, sampe sekarang gue udah menua di negeri ajaib ini; dari gue yang apatis, sampe sekarang gue lebih ramah; yang hipotensi, dan sekarang jadi kuli; yang minta duit mulu, dan sekarang masih minta (eh tapi gue juga kerja tau, at least better).

     Semua bikin gue sadar,bahwa setiap hal yang kita hadapi baik itu seneng atau susah, semua mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas pelajaran hidup dan pengalaman mahal. Dan ketika kamu nengok lagi kebelakang, kamu bakal tau, bahwa keputusanmu udah membawa kamu melangkah sampai sejauh ini.

     Dan yang bisa gue simpulin bahwa, zona nyaman bukan sebuah tempat ataupun sebuah kondisi. Melainkan merupakan 'rasa dari keputusan'. Putuskan bahwa kamu bisa merasa nyaman pada setiap perubahan, dan bahwa kamu bisa merasa nyaman saat mengambil keputusan, serta merasa nyaman untuk menikmati tiap proses dan resiko dari keputusan tersebut (tsaaah). Udah ya segitu dulu, lain kali kita rumpi lagi. Selamat merasa nyaman yaa :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar